Pusatnya Berbagai Macam Batik. Batik Pria, Batik Wanita, Batik Anak2 dan Aksesoris Batik Lainnya. Kualitas Asli SOLO
 

BATIKLAKSMI.COM

Pusatnya BERBAGAI MACAM BATIK SOLO

 

 

 

 

 

PRODUK KAMI:

 

-

Bantal Batik

-

Kaos Batik

-

Kemeja batik

-

Blus Batik

-

Daster Batik

-

Rok Batik

-

Sandal Batik

-

Celana Batik

-

Jilbab Batik

-

Mukena Batik

-

Sajadah Batik

-

Sprei Batik

-

Bahan Batik

-

Sutera Batik

-

Interior Batik

call/sms us at :       

(62 21) 536 522 78

          or                      

(62) 0813 146 00 283

              or

(62-21) 95 1000 50

 

email:        sales@batiklaksmi.com

showroom:

1. Raden Mas Said, SOLO

                                             

2. Kemanggisan, Jak-Bar

 

 

del.icio.us
Furl
Google
ma.gnolia
Netscape
Netvouz
RawSugar
reddit
Shadows
Simpy
Sphinn
StumbleUpon
Yahoo MyWeb

      

Batik Tulis Solo Terancam Punah
 

Kerajinan batik tulis memang tak terlepas dari daerah Surakarta, Jawa Tengah. Sayangnya, pengembangan batik tulis di sana kini terancam punah. Penyebabnya, adalah kondisi pasar yang tak mendukung. Sejauh ini, dari puluhan industri rumahan, kini tinggal 15 industri yang masih bertahan. Itupun dilakukan hanya sebagai usaha sampingan dari industri batik cetak. Demikian kondisi tersebut dikeluhkan Muhammad Muhidin, penghasil batik tulis yang masih bertahan, baru-baru ini.

Menurut Muhidin, sebelumnya bisnis batik di sana menjadi satu di antara sumber pemasukan daerah. Bahkan, di saat krisis ekonomi ataupun saat Kota Solo tercabik-cabik kerusuhan Mei 1998, industri batik menjadi pilar penyelamat ekonomi. Sejauh ini, uang yang didulang dari produk batik mencapai Rp 8 miliar per bulan yang didapat dari 160 industri batik di Surakarta dengan 70 persen pasar domestik dan 30 persen ekspor. Sebelum krisis ekonomi, sekitar 40 persen industri batik masih memfokuskan diri memproduksi batik tulis.

Usaha mengembangkan kembali batik tulis bukan tak pernah dilakukan Pemerintah Kota Surakarta. Sejauh ini, kesulitan utama pada sumber daya manusia. Pasalnya, regenerasi para pembatik berjalan lamban. Selain itu, batik cetak yang lebih ekonomis dengan pasar yang lebih luas lebih menarik bagi banyak pembatik.(ORS/Solikun)

 

source: Liputan6

copyright 2008@BATIKLAKSMI